MULIANYA NABI by @salimafillah

Mulianya Nabi; “Jika diberi peringatan atau tak diberi peringatan sama saja bagi mereka; maka aku memilih untuk tetap memberi peringatan.”

Saat Allah berfirman; “Orang munafik itu; kau mintakan ampun atau kau tak mintakan ampun; sama saja!”; Sang Nabi memilih memohonkan ampun.

Saat Allah berfirman; “Kau mintakan ampun 70 kalipun Allah takkan mengampuni mereka!”; maka Sang Nabi memohonkan ampun lebih dari 70 kali.

Sebab jika 70 kali belumlah diampuni; dengan mengulang permohonan ampun untuk mereka lebih dari 70 kali; semoga Allah sudi mengampuni.

Maka langitpun takjub pada kemuliaannya & Allah mengirimkan pujian; “Sesungguhnya engkau Muhammad, benar-benar di atas akhlaq yang agung!”

@salimafillah

Kultwit tentang “Qoulan Baligha – perkataan yg berbekas di hati- aka #Jleb oleh Ust @salimafillah

1. Ini kisah tentang Qaulan Baligha (perkataan yang berbekas di hati; alias #Jleb); yang mana Allah firmankan: “Mereka itu..

2. ..adalah orang yang Allah mengetahui apa-apa nan ada dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah dari mereka.. #Jleb

3. ..berilah mereka pelajaran, & katakan pada mereka Qaulan Baligha {ucapan yang berbekas pada jiwa}. (QS 4: 63) #Jleb

4. Ketika perang Tabuk diserukan; Allah & RasulNya menjadikan keberangkatannya kewajiban yang mengikat semua sahabat. #Jleb

5. Maka berangkatlah para lelaki beriman (kecuali 3 yang tertinggal; Ka’b ibn Malik, Hilal ibn Umayyah, Murarah ibn Rabi’).. #Jleb

6. ..hingga Kota Madinah sunyi. Keluarga-keluarga tak dibersamai suami & para Ayah; kecuali tentu, keluarga Munafikin. #Jleb

7. Maka para isteri munafik turut beraksi; mencoba mengguncang iman para Mukminah lagi Shalihah yang ditinggalkan suami. #Jleb

8. Kita bayangkan mereka berkata; “Duh Bu.. Kasihan amat yak! Lagi paceklik begini, keamanan rawan, rumah banyak kerepotan.. #Jleb

9. ..cuaca tak bersahabat; mana anak banyak & pada rewel; eh ditinggal pergi suami.. Duh, Bu.. Kalau kami nggak mau Bu..” #Jleb

10. Apa jawab para wanita Mukminah & Shalihah pada ‘teror mental’ oleh para tetangga yang munafiqah ini? Qaulan Baligha! #Jleb

11. Kalimat mereka indah & abadi; “Innama dzahabal Akkal; wa baqiyar Razzaq”. Harfiahnya; “Yang pergi itu (para suami).. #Jleb

12. ..hanyalah tukang makan; adapun Yang Memberi Rizqi (Allah), tetap tinggal bersama kami.” Ini kalimat membekas jiwa. #Jleb

13. Ada unsur ledekan pada suami (disebut ‘tukang makan’); tapi ini hakikat; mereka bukan pemberi rizqi & penentu hidup-mati. #Jleb

14. Ianya dilanjutkan penegasan Tauhid & iman sejati; Allah Sang Pemberi Rizqi tetap tinggal di sini bersama kami. #Jleb

15. Sekaligus di dalamnyapun ada unsur cimeeh -kato rang Minang-; bahwa jikalau tukang makan (suami) yang mukmin pergi.. #Jleb

16. ..tukang makan (suami) para munafiqah tetap di rumah; menghabis-habiskan sediaan kala paceklik & rawan; padahal mereka.. #Jleb

17. ..bukan Dzat pemberi makan, bukan pula yang mampu menjamin keselamatan. Ini Qaulan Baligha yang memberi pelajaran. #Jleb

18. Para Shalihat; terkadang dakwah menjadikan suami harus pergi meninggalkan di kala kehadirannya pun amat diperlukan. #Jleb

19. Pada saat semacam itu; mungkin kan bermakna bagi kita tuk mengeja kembali kalimat mulia; “Innama dzahabal Akkal.. #Jleb

20. ..wa baqiyar Razzaq! Yang pergi itu cuma tukang makan; Sang Maha Pemberi Rizqi selalu di sini; ada bersama kami.” #Jleb

21. Tentu bukan untuk mengejek suami; bukan pula untuk merendahkan ta’zhim padanya; ia untuk meneguhkan iman & tawakkal. #Jleb

22. Selebihnya; jadikan suami rekan berbakti & mengabdi; gelora asmara & nyala cinta; rumahtangga surga sebelum surga. #Jleb

23. Demikian bincang tentang #Jleb ya Shalih(in+at); Qaulan Baligha yang menurut QS 4: 63 tertuju pada mereka nan berpenyakit hati.

24. Tiada lain maksudnya pun kebaikan; agar mereka mendapat pelajaran yang #Jleb; yang membekas pada jiwa. Adapun Al Quran..

25. ..memberi arahan lain seperti Qaulan Layyina (20: 44), Qaulan Sadida (4: 9), Qaulan Karima (17: 23), Qaulan Maysura (17: 28).. #Jleb

26. ..semoga lain waktu Allah karuniakan daya & ilmu untuk membahasnya. Sebagai awalan; sila dirujuk ayat & pemahamannya:) #Jleb

Aku tahu bahwa rezekiku tdk akan jatuh ke tangan orang lain, maka hatiku mjd tenang.
Aku tahu bahwa tugasku -sbg hamba- tdk akan dikerjakan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengannya.
Aku yakin Allah memerhatikanku, lalu aku malu untuk menjatuhkan diriku ke dalam dosa.
Aku tahu ajal itu pasti datang, maka aku selalu bersiap-siap menantinya.

Hasan Al Basri

-via iluvislam.com-

islamicthinking:

“So  whoever  does  an  atom’s  weight  of  good  will  see  it, And  whoever  does  an  atom’s  weight  of  evil  will  see  it.” (Quran 99: 7-8)

islamicthinking:

“So whoever does an atom’s weight of good will see it, And whoever does an atom’s weight of evil will see it.” (Quran 99: 7-8)

Kubaca Firman Persaudaraan oleh Ust @salimafillah

Sayonara Jahiliyyah

Quotes of Asy Syafi’I by Ustadz @salimafillah

Siapa mendengar dengan telinga, kan menjadi tukang cerita. Siapa menyimak dengan hati, kan menjadi Faqih yang ahli. -Asy Syafi’i-

Menasehati dengan kata, bak muadzin yang merdu suaranya. Menasehati dengan teladan mulia, kan jadi Imam dalam segala. -Asy Syafi’i-

Siapa mendengar dengan telinga, kan menjadi tukang cerita. Siapa menyimak dengan hati, kan menjadi Faqih yang ahli. -Asy Syafi’i-

Menasehati dengan kata, bak muadzin yang merdu suaranya. Menasehati dengan teladan mulia, kan jadi Imam dalam segala. -Asy Syafi’i-

Hawa nafsu menyeretmu ke dalam ruang membingungkan & meninggalkanmu sendirian. Tangan nasehat mendekat, tapi kau tak melihat. -Asy Syafi’i-

“Aku berlindung pada Allah; janganlah ketaqwaan hilang, hanya karena bertemunya hati yang rindu!” -Asy Syafi’i-

Kusimak tiap huruf ilmu, seakan belum pernah mendengarnya. Kuharap seluruh tubuhku adalah telinga; agar ternikmati tiap kata. -Asy Syafi’i-

Semoga Allah rahmati; dia yang jika dalam kegelapan, hatinya jadi lebih terang; dengan ibadah & perenungan. -Asy Syafi’i-

Mimpi terburuk adalah bertemu ‘amal jelek kita; dalam tidur yang disebut kubur; lalu saat bangun, terhalangi dari rahmatNya. -Asy Syafi’i-

Dia yang melepaskan kendali jiwa & pengikat nafsunya di kala lapang; kan kesulitan meraih maaf saat ajal menjelang. -Asy Syafi’i-

Kultwit “Keagungan #Ayyub a.s dalam Sabar” oleh Ust @salimafillah

1. Semoga Shalih(in+at) berkenan; insyaaLlah akan sedikit membincang keagungan #Ayyub ‘Alaihis Salam dalam sabarnya

2. Allah berfirman; “Dan ingatlah akan hamba Kami, #Ayyub; ketika dia menyeru Tuhannya, ‘Sesungguhnya aku diganggu syaithan..”

3. “..dengan kepayahan & siksaan.” {QS 38: 41} Mari kita kutip tafsir Syaikh Muhammad ‘Ali Ash Shabuni, Rawa-i’ul Bayan. #Ayyub

4. Perkataan #Ayyub, “Sesungguhnya aku diganggu syaithan” adalah ungkapan lembut & penuh adab pada Allah; yakni menyandarkan..

5. ..segala penderitaan yang dialaminya kepada syaithan; padahal hakikatnya tiada apa jua, baik manfaat atau madharat.. #Ayyub

6. ..kebaikan maupun keburukan; yang tak berasal dari Allah ‘Azza wa Jalla. Tetapi, dengan tetap menginsyafi bahwa.. #Ayyub

7. ..semua yang terjadi merupakan ketetapanNya; menyandarkan derita & lara pada Allah tak patut dihadirkan dalam ucap. #Ayyub

8. Inilah keagungan adab; ia ada di atas hakikat. Sebagaimana Ibrahim tahu bahwa jika dia sakit, Allah jua yang takdirkan. #Ayyub

9. Tapi dalam ucapan; dia nyatakan; “Allah yang memberiku makan & minum; & tatkala AKU SAKIT; Dia menyembuhkanku.” {QS 26: 79-80} #Ayyub

10. Sesungguhnya makan, minum, SAKIT, & kesembuhan Ibrahim, semua dari Allah, tiada sekutu bagiNya. Tapi adab menuntunnya.. #Ayyub

11. ..untuk menisbatkan sakit itu pada dirinya sendiri. Demikian kita diajarkan; keyakinan itu tetap; adab harus dijaga. #Ayyub

12. Kemudian ucapan #Ayyub; “binushbin wa ‘adzab [dengan kepayahan & siksaan]” bermakna beliau diuji dalam 2 ranah sekaligus.

13. Yang pertama lahiriah-nya; “nushb”, yakni kepayahan tersebab sakit yang merusak tubuh, memedihkan, & mentakberdayakan. #Ayyub

14. Yang kedua pada batin; “‘adzab”, yakni rasa kehilangan yang mengiris atas segala yang pernah dimiliki sepenuh cinta. #Ayyub

15. Kisah #Ayyub yang beroleh musibah berlipat; lahir & batin, Allah letakkan di QS Shaad tepat setelah cerita Dawud & Sulaiman.

16. Seakan Allah hendak sampaikan pada Muhammad SAW & ummatnya; “Tiada hamba yang dikurniai nikmat dunia melebihi Dawud & Sulaiman..” #Ayyub

17. ..maka teladanilah kesyukuran mereka hingga menjadi hamba terkasih. Dan tiada yang beroleh bala’ bencana melebihi #Ayyub..

18. ..maka teladanilah kesabarannya hingga menjadi hamba tersayang. Sebab sungguh kalian hidup di antara 2 keadaan itu.” #Ayyub

19. Sufyan Ats Tsaury pernah ditanya; Mana yang lebih utama; orang kaya yang bersyukur ataukah orang miskin yang sabar? #Ayyub

20. Jawab beliau; SAMA mulianya. Sebab Allah memuji Sulaiman; “Dia sebaik-baik hamba; sungguh dia sangat taat!” {QS 38: 30} #Ayyub

21. Lalu Allah memuji #Ayyub; “Dia sebaik-baik hamba; sungguh dia sangat taat!” {QS 38: 44}. Kalimat pujian tuk keduanya SAMA

22. #Ayyub dipuji Allah; “Inna wajadnaahu shaabiraa ” {QS 38: 44}. Bagaimana kesabarannya?

23. #Ayyub mencontohkan kesabaran dalam bentuk pengaduan sebagaimana telah tersebut di QS 21: 83; demikian juga QS 38: 41 ini.

24. Maka makna pertama dari sabar yang diteladankan #Ayyub adalah kembali pada Allah; mengadu dengan penuh adab & kehambaan.

25. Seperti juga kalimat indah Ya’qub; “Semata aku adukan kesusahan diri & kesedihan hatiku kepada Allah!” {QS 12: 86} #Ayyub

26. Juga kalimat mulia Muhammad SAW tatkala diusir dari Thaif, dikejar-kejar dengan olok & makian, dilempari batu & kotoran. #Ayyub

27. “Ya Allah, padaMu kuadukan lemahnya diriku & kurangnya siasatku..” Lagi-lagi adab; beliau tidak mengadukan orang lain. #Ayyub

28. Sebenarnya bisa saja beliau SAW berdoa; “Ya Allah, kuadukan padaMu kerasnya hati mereka & jahatnya perlakuan padaku..” #Ayyub

29. Tetapi Muhammad SAW adalah guru dalam adab mulia pada Allah & sesama manusia; tiada yang dia adukan selain dirinya. #Ayyub

Kultwit “The Muslim Jesus” oleh Ust @salimafillah

1. Seorang keji mendatangi ‘Isa, ‘alaihis salam. Dibawanya setimpuk kotoran menjijikkan; lalu dia ruahkan ke wajah & tubuh Al Masih.

2. Detik berikut; dari mulutnya keluar serapah laknat yang kotor & lucah, menghinakan Nabi ‘Isa dengan tuduhan jahat & palsu.

3. Maka tersenyumlah ‘Isa menyimak hingga khatam. Kemudian dihulurkannya sebotol minyak wangi kepada orang itu; dan diterima.

4. Di jenak berikutnya; ‘Isa bicara pada si keji dengan ucapan yang sangat indah & mulia; mendoakan dengan tulus & rendah hati.

5. Ketika lelaki itu berlalu pergi dengan tertawa-tawa; bertanyalah para Hawari, murid-murid ‘Isa; “Apa maksud semua ini Guru?”

6. “Dia melumurimu kotoran busuk menjijikkan; kau beri dia minyak wangi. Dia kasar mencaci-maki; tapi kau santun & lembut bicara?”

7. ‘Isa menjawab; “Lelaki itu memberiku kotoran busuk & ucapan keji. Sayang aku tak punya yang serupa dengan itu untuk membalasnya.”

8. “Ingatlah bahwa sesungguhnya”, lanjut ‘Isa sambil tersenyum, “Setiap orang hanya bisa memberikan apa yang dipunyainya.”

9. Demikian tersari dari sebuah atsar yang diurai Tarif Khalidi dalam “The Muslim Jesus”. Semoga menjadi ‘ibrah ya Shalih(in+at:)

Kultwit Keterangan Sebagian Mufassir atas QS 2: 120 oleh Ust @salimafillah

1. RasuluLlah SAW berhijrah ke Madinah & beliau dapati para Ahli Kitab Yahudi & Nasrani yang telah Allah sebutkan tinggal di sana.

2. Nabi tahu mereka membaca Taurat & Injil nan di dalamnya terdapat ciri beliau rinci; beliau amat berharap mereka menerima dakwah.

3. Kiblat shalat; perintah puasa; & bahkan penampilan beliau (sisiran rambut & pakaian) pada mulanya mirip dengan para Ahli Kitab.

4. Dengan ini beliau SAW berharap mereka kian bersimpati; mau mengenal & mendengar Al Quran; & akhirnya terbimbing kepada Islam.

5. Tetapi semakin lama; yang ada justru kedengkian & pwrmusuhan mereka. Mereka hanya mau ridha justru jika Rasul ikut agama mereka.

6. Maka Allah SWT menurunkan QS 2: 120 ini sebagai penguatan sekaligus peringatan kepada NabiNya agar tak ikuti hawa nafsu mereka.

7. Maka Allah tegaskan pembeda (nanti jua turun ayat perubahan Qiblat & puasa Ramadhan); & Nabi mengubah tatanan rambut & pakaian.

8. Demikian keterangan sebagian Mufassir atas QS 2: 120 yang ditanyakan Akhinda Shalih @rprimar. WaLlahu A’lam bish shawab tsummastaghfiruH.

Kultwit “Tentang Menasehati” oleh Ust @salimafillah

Terkadang; luka di hati orang yang menasehati; lebih dalam & perih dibanding yang dinasehati..

Penasehat tulus; mencari 77 alasan tuk berbaiksangka; jika semua tak masuk akal; simpulannya, “Saudaraku punya alasan yang tak kutahu.”

Tetapi cinta; yang kadang meluruhkan tegur & kata; tak boleh meruntuhkan kewajiban yang diamanahkan Tuhannya; nasehat.

Nasehat, kawan sejati bagi nurani; menjaga cinta dalam ridhaNya; ia bermula di isyarat mata, cahaya muka, atau bisik rahasia..

Tapi apa yang harus dilakukannya; jika tiada perubahan jua? Menangis. Menangis di hadapan Rabbnya mengadukan lemahnya diri & buntunya upaya.

Lalu sekali lagi disampaikannya nasehat; & lagi; hingga dia tak punya pilihan selain mengajak para lebih utama tuk curahkan cinta.

Jika cinta telah bicara hingga ke ujung rasa sakitnya; haruskah ada doa, “Aku sudah tak sanggup ya Allah; hanya Kau yang mampu menegurnya!”?

Kutwit “Berdoa” oleh Ustadz @salimafillah

1. Sungguh duka besar bagi ummat; ketika ilmu dicabut, sosok masyhur di-‘ulama-kan, & fatwa tanpa dalil jadi pedoman beragama.

2. Teringat kita ungkapan Ibn Mas’ud; “Betapa banyak hal yang kalian anggap biasa, tapi dahulu kami takut ia adalah pembinasa.”

3. Kalimat itu beliau katakan di masa beliau hidup, pada para sahabat & tabi’in; zaman yang masih merupakan sebaik-sebaik kurun.

4. Duh, terbayang apa tanggapan Ibn Mas’ud melihat perilaku kita hari ini; menjadikan ibadah sebagai permainan dengan Allah?

5. Pedih pun menelusur rujukan; tak ditemukan bahasan TATA CARA “shalawat 1000 kali” tuk TUJUAN dapat “kuda poni & pedang hindi.”

6. Terkhawatir pembinasa; ia jatuh dalam 2 perkara yang tertolak & berdosa; a)bid’ah tak tertuntunkan & b)niat yang tak liLlah.

7. Teringat Ibn Mas’ud lagi; beliau dapati sekelompok di Masjid Kufah berdzikir dengan Imam yang memberi amar; sekian kali..

8. ..Lalu ucapkan ini, sekian kali!” Dengan tubuh menggigil & suara bergetar, beliau berkata, “Sungguh lebih manfaat bagi kalian..

9. ..menghitung dosa-dosa! ‘Amal macam apakah ini yang tidak kukenal dari kekasihku Muhammad SAW & sahabat-sahabatnya?”

10. Kita mengenang Ibn Mas’ud lagi atas kalimat indah, “Bercukup dengan sunnah, lebih selamat daripada berpayah dengan bid’ah.”

11. Sebab ada kaidah:
الاصل في العبادة بطلان حتي تقوم الدليل تدل علي الامر
Hukum asal segala ibadah adalah terlarang; hingga..

12. …tegak dalil yang menunjukkan bahwa ia diperintahkan.” SubhanaLlah; sedih sekali mendengar, “Mau dalil apa hutang lunas?”

13. Duh kekasih Allah, Nabi mulia, teladan cinta; alangkah malu kami padamu, yang ketika wafat tergadai baju perangmu..

14. ..apakah kami mengira doamu tak mustajab, ‘amalmu tertolak, & dirimu hina; hingga hutangmu belum terlunaskan? SubhanaLlah.

15. Alangkah kecil dunia; malu para mulia itu memintanya kepada Allah; sebab doa dunia mengancam bagian akhiratnya. (QS 2: 200)

16. Adalah Thawus ibn Kaisan Al Yamani di Masjidil Haram; setelah nasehat indahnya untuk Khalifah Hisyam ibn ‘Abdul Malik..

17. ..ditanya oleh Hisyam; “Wahai Syaikh, sampaikan hajatmu agar aku memenuhinya sebagai penghormatan padamu!” Thawus menyahut..

18. “Hajat dunia, atau hajat akhirat wahai Amir?” Jawab Hisyam, “Tentu saja dunia.” “Ah”, ujar Thawus, “Kalau hajat dunia..

19. ..pada Yang Maha Memiliki saja aku tak meminta; apa lagi pada yang cuma dititipi sepertimu! Dan ini rumahNya, aku malu.”

20. “Bukankah kita diberi contoh 3 orang terjebak di gua; lalu berdoa tuk selamat (di DUNIA) dengan menyebut ‘amal shalihnya?”

21. An Nawawi dalam Syarh-nya: 3 orang yang terjebak di gua itu memang memohon pertolongan Allah dengan ‘amal shalihnya; TAPI..

22. a)’amal SUDAH dilakukan. b)mereka telah kerahkan upaya sampai BATAS ikhtiar & gagal. c)keadaan DHARURAT menyangkut nyawa..

23. ..d)mereka TERPAKSA; bukan suka hati menyebut ‘amalnya; sebab tiada kemungkinan tuk selamat selain doa agar ditolongNya.

24. Sungguh ini berbeda dengan meniatkan tuk dunia SEBELUM & SAAT beramal, dengan SUKA HATI, & bukan dalam DHARURAT. WaLlh A’lm.

25. Sungguh semua rangkai ricauan pagi ini lebih layak ditelunjukkan pada wajah sendiri; lebih patut diteriakkan di telinga ini.

26. Sungguh yang bicara ini tak pantas memberi masukan kecuali pada diri sendiri yang bodoh dalam ilmu & sering tercemar niat.

27. Andai ada manfaat bagi Shalih(in+at); sungguh itu diharapnya di sisi Allah; sebab ‘amalnya sendiri jauh dari sempurna & suci.

28. Ada yang bertanya; “Jadi tak bolehkah berdoa tuk hajat dunia?” Tentu kita diperintahkan memohon semua hal baik pada Allah.

29. Allah memuji hambaNya yang memohon kebaikan bagi dunia & akhiratnya, disertai lindugan dari neraka (QS 2: 201).

30. Pun demikian Musa KalimuLlah, dalam lapar setelah kelananya; beliau mohon kurnia dari sisi Allah dengan mengiba (QS 28: 24).

31. Tapi hasanah & kurnia; tak selalu berwujud apa yang kita sangka. Meski Musa lapar; ia tak khusus berdoa minta makanan. Maka..

32. ..doanya yang umum itu berjawab bukan hanya makanan; tapi bahkan perlindungan, bimbingan Syu’aib, pekerjaan, & ISTRI!

33. Allah Maha Tahu & Maha Pemurah. Jangan batasi kurniaNya dengan meminta benda-benda. Mintalah hasanah yang membaikkan hidup.

34. Dalam Al Hikam, Ibn ‘Athaillah As Sakandari mengisahkan doa yang diijabah Allah; tetapi sang pendoa justru tak siap akannya.

35. Seorang ahli ‘ibadah mohon pada Allah agar tiap hari dikaruniai 2 potong roti tanpa harus bekerja; sehingga dengannya, dia..

36. ..dapat dengan tekun beribadah padaNya. Dalam angannya, jika tak berpayah kerja mengejar dunia, ibadahnya kan lebih terjaga.

37. Maka Allah pun mengabulkannya. Dengan cara yang tak terduga. Tiba-tiba dia ditimpa fitnah dahsyat yang membuatnya dipenjara.

38. Allah takdirkan bahwa di penjara dia diransum 2 roti; 1 di pagi, 1 di petang. Tanpa kerja. Diapun luang & lapang beribadah.

39. Tapi apa yang dilakukan sang ‘abid? Dia sibuk meratapi nestapa perasaannya. Masuk penjara begitu menyakitkan & penuh duka.

40. Dia tak sadar; masuk penjara adalah bagian dari terkabulnya doa yang dipanjatkan sepenuh hati. Nestapa menutup insyaf-nya.

41. Apa pelajaran dari kisah doa sang ‘Abid ini? WaLlaahu a’lam bish shawaab. Pertama: hati-hatilah dalam berdoa & meminta.

42. Adalah boleh meminta apapun, serinci bagaimanapun, dengan ucap & bahasa terserah kita. Tapi doa yang baik tetap ada adabnya.

43. Di antara doa terbaik telah Allah ajarkan dengan firmanNya, atau tersebut dalam kisah hambaNya yang shalih dalam Al Quran.

44. Doa terbaik juga telah diajarkan oleh Sang Nabi melalui sabdanya, atau lewat yang terkisah di perjalanan hidupnya nan mulia.

45. Maka berdoa dengan apa yang telah Allah & Rasul tuntunkan ialah lebih utama, mengungguli segala lafazh doa apapun selainnya.

46. ‘Ibrah selanjutnya; Allah lebih tahu dibanding kita tentang apa yang terbaik tuk kita. Mari minta yang terbaik dariNya.

47. Setiap pengabulan doa diikuti konsekuensinya. Maka jika kita meminta yang terbaik, moga Allah bimbing jua tuk menghadapinya.

48. Karena pengabulan doa diikuti konsekuensi; meminta ‘hasil’ biasanya lahirkan kebuntuan; memohon ‘sarana’ membuka jalan baru.

49. Memohon kurnia tuk jiwa; iman, kesabaran berlipat, kemampuan bersyukur & semacamnya; lebih indah daripada meminta benda-benda.

50. Kitapun ingat; sebab Allah Maha Tahu; doa bukanlah cara memberitahuNya apa yang kita butuhkan. Doa itu bincang mesra padaNya.

51. Maka teruslah berbincang mesra; hingga bukan hanya isi doa; tapi berdoa itu sendiri yang menjadi kebutuhan & deru jiwa kita.

52. Selamat berdoa Shalih(in+at), dengan sebaik-baik adab, seindah-indah pinta, semesra-mesra suasana, setunduk-tunduk jiwa:)

53. Setambah kecil; pelajaran dari kisah doa; seringkali banyak pinta kita telah dikabulNya, tapi kita terhijab tak menyadarinya.

54. Hijab itu mungkin tersebab; prasangka buruk pada Allah, kurangnya syukur, & ketidaktepatan doa yang lahirkan ketaksiapan..

55. ..menerima paket paripurna pengabulanNya ketika Allah memperkenankan. Semoga Allah bimbing kita senantiasa dalam berdoa;)

Sumber: TL @salimafillah www.twitter.com/salimafillah


““Don’t be frustrated when you can’t change someone for the better, you have a hard enough time with yourself…keep on trying.” -AbdulBary Yahya

Don’t be frustrated when you can’t change someone for the better, you have a hard enough time with yourself…keep on trying.” -AbdulBary Yahya

(via islamicthinking)

Kultwit #CintaIbumu oleh @kupinang

1. Kalau tak pernah ada usapan sayang di waktu kecil, mungkin hari ini kita tak punya kekuatan jiwa untuk melangkah. #cintaibumu

2. Kalau tak ada kecupan lembut dr para bunda u/ anak-anaknya, mungkin tak akan lahir ksejukan hati u/ mnata hidup dg lbh baik. #cintaibumu

3. Tulang-tulang kita akan rapuh, jiwa kita tak mampu brdiri kokoh hadapi tntangn hidup, & dada smpit o/ sesaknya prsoaln. #cintaibumu

4. Di saat kita msh tak brdaya sm skali, stetes susu ibu adlh karunia yg mnguatkn tubuh kita skaligs mmberi ktenteramn jiwa. #cintaibumu

5. Satu mlm kasih-sayang seorg ibu kpd anaknya, tak kan dpt dsamai o/ tulusnya prhatian seorg bpk yg sgt sayang kpd anaknya. #cintaibumu

6. Sekuat apa pun cinta seorang bapak, tak akan dapat menggantikan tugas seorang ibu dalam merawat anaknya. #cintaibumu

7. Sebab, ibu tak hanya memberi seteguk minuman untuk menguatkan badan. Ia juga memberi kasih-sayang. #cintaibumu

8. Ia jg mneteskn keikhlasan & mmberi dkapan yg membangkitkn pengalaman batin serta rasa aman bagi anak-anak yang disusuinya. #cintaibumu

9. Semakin besar ketulusan hati dan pengharapan jiwa seorang ibu untuk kebaikan anaknya, -> #cintaibumu

10.- > semakin punya makna setiap tetes ASI susu dipancarkannya untuk hati, jiwa, otak, dan tubuh anak. #cintaibumu

11. Bgitu brharganya, bgitu tingginya nilai ksh-sayang ibu, sampai Nabi Saw mnempatkn ibu sbg org yg paling layak dihormati. #cintaibumu

Sumber: TL @kupinang